.

.
.
Berita Terbaru

Satpol PP Siap Tanggulangi Pasar Tumpah

Written By suara rakyat on Senin, 21 Juli 2014 | 17.33

Brebes, (srtegal.com) – Satpol PP Kabupaten Brebes siap membantu menanggulangi kemacetan yang terjadi karena adanya pasar tumpah yang berada di beberapa titik di Kabupaten Brebes, diantaranya di Losari, Bulakamba, Pasar buah serta tempat-tempat yang menghambat jalannya arus lalu lintas yang akan dilintasi oleh para Pemudik dari arah Jakarta yang dapat mengakibatkan kemacetan.
“Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Drs Budhi Darmawan, Msi melalui Kasi Linmas Nurochmat menuturkan, bahwa anggotanya siap diterjunkan untuk membantu jalannya kegiatan dalam mengawasi keamanan serta ketertiban dalam berlalulintas, dimana dirinya menerjunkan anggotanya masing-masing 5 anggota di tiap titik”. Tuturmya, Senin (21/7).
Dalam pengamanan demi kelancaran berlalulintas, Satpol PP bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, Satlantas, dan dinas-dinas terkait. Dan himbauan bagi para pengendara, supaya dalam mengendarai kendaraannya tidak terlalu ngebut, sehingga dapat selamat sampai dengan tujuan. Tio

F MARGAL Gelar Baksos, Bagi Ratusan Sembako dan Tajil

Written By suara rakyat on Sabtu, 19 Juli 2014 | 17.05

Tegal, (srtegal.com) – Seratusan paket sembako dan tajil dibagikan ke warga kurang mampu yang ada di sekitar Kota Tegal. Hal itu dilakukan dalam bakti sosial (Baksos) yang digelar Forum Masyarakat Gerak Tegal (F MARGAL), Jumat (18/7) sore, kemarin di dua lokasi, yakni di Jalan Kapten Soedibyo (sebelah barat Pasifik mall) dan di Jalan AR Hakim (depan BCA) Kota Tegal.
Ketua F MARGAL, Wisnu Nugroho (30) mengatakan, baksos dengan membagikan seratus paket sembako dan seratus bungkus tajil untuk berbuka puasa tersebut, merupakan kegiatan sosial yang jauh sebelumnya sudah diagendakan. Sedang tujuannya yaitu, untuk saling berbagi terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Target kami adalah para pekerja sapu jalanan dan tukang becak juga masyarakat yang kurang mampu di Kota Tegal. Sebelumnya, kami juga membagikan sebagian paket sembako kepada para janda dan anak yatim di empat wilayah, yakni di Kecamatan Tegal Barat sebanyak 10 paket sembako, Tegal Timur 10 paket, Tegal Selatan 10 paket dan Margadana juga 10 paket sembako,” ujar Wisnu, saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sedang F MARGAL, lanjut Wisnu, merupakan forum yang baru terbentuk di Kota Tegal ini. Namun meski cenderung baru Forum Masyarakat Gerak Tegal yang bermarkas di Jalan H Abdul Ghoni, RT 03 RW 2 Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat ini, memiliki anggota yang lumayan banyak, yakni sekitar dua ratusan anggota yang tergabung dari empat kecamatan.
“Kami sengaja merekrut anggota di empat kecamatan tersebut, karena kebetulan Kota Tegal memiliki empat kecamatan. Namun kami tidak sembarangan dalam melakukan rekrutmen anggota, karena forum ini dibentuk untuk kegiatan sosial, maka kami merekrut mereka yang memiliki jiwa sosial tinggi dan juga mau berkorban bagi sesamanya,” katanya.
Wisnu menambahkan, baksos dengan membagikan paket sembako dan tajil tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, dalam hal ini khususnya masyarakat yang kurang mampu dan memang layak untuk dibantu.
“Semoga apa yang sudah kami lakukan ini bermanfaat. Apalagi inikan bulan ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah, kita harus banyak bersedekah terhadap orang yang tidak mampu. Memang ini merupakan kegiatan baksos perdana bagi forum kami, dan semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang tukang sapu jalanan, Sudarsih (58) mengaku senang mendapat paket sembako yang dibagikan F MARGAL. Menurutnya, paket sembako tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan di rumahnya.
“Saya sangat senang karena mendapat paket sembako ini. Akan saya gunakan untuk sahur nanti malam bersama keluarga di rumah. Kebetulan sekali kebutuhan seperti beras dan minyak sayur di rumah sudah habis, jadi tidak perlu membelinya lagi,” ungkapnya seraya bersyukur.
Terpisah, tukang becak asal Kelurahan Debong Kulon, Kardiman (54) mengaku kaget dan bangga melihat segerombolan pemuda berpakaian hitam-hitam, namun ternyata memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Sebelumnya saya kaget, karena laju becak saya sempat dihentikan mereka. Namun rasa kaget saya berubah menjadi bangga, ternyata becak saya dihentikan karena hendak diberi paket sembako dan sebungkus tajil untuk berbuka puasa. Ternyata gerombolan pemuda tersebut sedang membagikan paket sembako dan tajil kepada masyarakat, termasuk saya juga dapat,” ungkapnya.(herdi)        

KTP-EL BERLAKU SEUMUR HIDUP

Written By suara rakyat on Rabu, 02 Juli 2014 | 21.10

Brebes, (srtegal.com) – Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang semula masa berlakunya hanya lima tahun, kini sesuai dengan UU No.24 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan bahwa masa berlaku KTP-EL sekarang adalah seumur hidup selama tidak ada perubahan biodata pemilik. Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Brebes H. Emastoni Ezam, SH, MH dalam pembukaan Pelatihan Petugas Registrans di Gedung Korpri Kabupaten Brebes, belum lama ini.
Sekda juga menjelaskan penggunaan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri adalah satu-satunya data kependudukan yang dipakai pemerintah dalam perencanaan kebijakan pembangunan. Sehingga akurasi data kependudukan sangat diperlukan. Dalam UU No.24 tahun 2014 diterangkan bahwa penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun, pengurusannya tidak lagi melalui pengadilan, tetapi kini melalui keputusan kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota.
Perubahan lainnya mengenai pencatatan kematian, dalam UU perubahan tersebut adalah kewajiban RT untuk melaporkannya kematian warganya secara berjenjang melalui RW kemudian dilanjutkan ke Desa/kelurahan, kecamatan dan terakhir kabupaten. “Perbedaan mendasar dengan UU yang lama adalah yang semula pengurusan kematian diwajibkan kepada penduduk dan sekarang pihak RT yang berkewajiban melaporkannya,” kata Sekda. Dalam kesempatan ini, Sekda menegaskan bahwa pengurusan dan penerbitan dokumentasi kependudukan (KK, KTP-EL, akta kelahiran, akta kematian, akta perceraian, akta pengakuan anak dan lain-lain) tidak dipungut biaya alias gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Brebes, Drs. H. Asmuni, MSi menjelaskan beberapa kendala yang dialami dalam proses perekaman KTP-EL selama ini. “Adanya gangguan jaringan Indosat (offline) sehingga perekaman dan pelayanan lainnya mengalami gangguan, perlu dilakukannya update aplikasi terbaru, peralatan server dan perangkat computer lainnya banyak yang rusak,” ujar Asmuni. Kendala lainnya adalah belum dikirimnya hasil cetak KTP-EL dari perekaman tahun 2013 sebanyak sekitar 132 ribu keping, sementara pendataan saat ini mengalami peningkatan.
Pelatihan yang diikuti sekitar 320 peserta dari kasie pemerintahan kecamatan dan sekdes/seklur se Kabupaten Brebes ini menekankan tugas pokok petugas registrans antara lain membantu Kepala Desa/ Lurah dan Disdukcapil atau UPTD Dukcapil dalam memberikan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil dan juga mengelola dan menyajikan data kependudukan di Desa/Kelurahan. Tio(R)

Pemkab Brebes Gelontorkan 1,950 Miliard Dana Bantuan RT / RW se- Kabupaten Brebes

Written By suara rakyat on Jumat, 27 Juni 2014 | 22.06

Brebes, (srtegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, memberikan bantuan transport sebagai upaya mendekatkan diri dengan para ketua RT dan RW. Pasalnya mereka telah membantu jalannya pemerintahan ditingkat grass root sebagai ujung tombak dan ujung tombok. Menurut Bupati bantuan tersebut meski bernilai amat kecil tetapi hendaklah dilihat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan membangun Brebes.
Dana bantuan transport bagi Ketua RT dan RW se Kabupaten Brebes tahun 2014 selesai digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Bantuan tersebut diberikan Bupati sebagai perwujudan program enam pilar Pemkab Brebes sejak tahun 2013.
 “Tanpa peran serta para Ketua RT RW, program Pemkab sulit terwujud, untuk itu kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf bila ada kekeliruan yang telah diperbuat, semoga puasa tahun ini bisa dilaksanakan lebih baik ketimbang tahun yang lalu.
“Mari kita jalankan puasa, meskipun mungkin ada perbedaan penetapan awal puasa. Perbedaan tersebut semoga menjadi hikmah dan rahmat bagi kita semua,” harap Bupati. belum lama ini.
Bantuan diberikan secara marathon sejak tanggal 17-27 Juni 2014. Secara rinci, untuk Kecamatan Brebes diberikan kepada 504 orang, Songgom (328), Jatibarang (479), Bantarkawung (538), Salem (333), Larangan (805), Ketanggungan (688), Losari (705), Tanjung (446), Tonjong (672), Sirampog (655), Bumiayu (420), Paguyangan (370), Banjarharjo (714), Kersana (463), Wanasari (801) dan Kecamatan Bulakamba (831).
H Rofieq Qoidul Adzam SH MH menjelaskan “Dana sebesar Rp 1.950.800.000 untuk 9.754 Ketua RT dan RW se Kabupaten Brebes. Tiap-tiap Ketua RT dan RW mendapatkan Rp 200 ribu rupiah. Bila dibandingkan dengan 2013, tahun ini ada penambahan 77 orang karena ada pemekaran wilayah. “Sekarang banyak perumahan baru, sehingga bertambah pula jumlah Ketua RT/RW nya,” tuturnya. Tio(R)

Hendak Menikah Curi Burung Tetangga Dua Residivis Pencuri Burung Dibekuk Polisi

Tegal,(srtegal.com) – Dua orang residivis pencuri burung, Tomi (27) dan
M Taufan (20) nekat mencuri burung dan satu unit HP Tablet milik
Sudirman yang merupakan tetangganya sendiri, warga Jalan Sakti Nomor
53, RT 5 RW 3 Kelurahan Debong Kidul, Tegal Selatan, Kota Tegal, pada
Kamis (12/6) malam, sekitar pukul 04.00 WIB lalu.
Seorang pelaku Tomi (27) merupakan warga RT 1 RW 2 Kelurahan Debong
Kidul, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dan satu lagi temannya MTaufan (20) warga Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka nekat mencuri lantaran
terlilit kebutuhan ekonomi dan untuk biaya menikah. Kedua pria yang
sehari-hari diketahui pengangguran tersebut, mengaku sedang butuh uang
untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya menikah.
Saat beraksi, mereka tergolong nekat karena masuk rumah dengan cara
naik genting dan menjebol eternit rumah korban. Mereka berhasil
menggondol sejumlah burung dan satu unit HP Tablet merek Samsung.
“Kami masuk melalui genting dan menjebol salah satu eternit rumah.
Kami berhasil membawa satu burung Murai, Cucak Ijo, Lovebird, dua ekor
Ciblek, satu unit HP, 60 bungkus rokok berbagai merek dan uang tunai
Rp 300.000,” ujar Tomi, saat dikonfirmasi di Mapolsek Tegal Selatan,
Rabu (18/6) kemarin.
Sementara Kapolsek Tegal Selatan, Kompol A Siringo Ringo SH melalui
Kepala Unit Sat Reskrim I, IPTU Didik Guntoro membenarkan, kedua
pelaku berhasil ditangkap, pada Minggu (15/6) malam dan Senin (16/6)
pagi. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda.
“Tomi kami tangkap di rumah calon istrinya di Kubangpari Kabupaten
Brebes, pada Minggu malam dan M Taufan kami tangkap di salah satu
kontrakan di perumahan Vero Mejasem Tegal, pada Senin pagi lalu,”
terangnya.
Menurut Didik Guntoro, awal dilakukan penangkapan terhadap kedua
pelaku, diawali adanya temuan secarik kain yang tertinggal di tempat
kejadian perkara (TKP). Kain tersebut diduga milik pelaku yang
kemungkinan untuk menutup atau membawa hasil curian tersebut. Namun
kain tersebut, ada salah satu warga yang mengenali kalau kain itu
dibawa salah satu pelaku.
“Berawal dari situ kami mengembangkan penyelidikan. Hingga kedua
pelaku berhasil kami tangkap dengan waktu yang singkat, yakni selama
tiga hari,” Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam hukuman lima tahun penjara
sesuai dengan Pasal 363” tambahnya. Tio(R)

SMK Farmasi YPIB Brebes Lulus 100 %

Written By suara rakyat on Sabtu, 31 Mei 2014 | 02.03

Brebes, (srtegal.com) – Acara kelulusan SMK YPIB yang dilaksanakan di gedung KORPRI Kabupaten Brebes telah berlangsung hikmat dan meriah, para anak didik beserta wali murid telah memadati seluruh tempat yang tersedia didalam gedung tersebut. Dalam acara wisuda tersebut orang tua murid telah merasa bangga karena sekolah yang dimana anaknya sekolah telah lulus 100 %.
Menurut M. Imdad Azizy, SPd kepala sekolah ” saya merasa bangga karena murid dimana tempat saya memimpin bisa lulus 100% dalam UN kemarin, dan mendapat peringkat tiga besar ditingkat SMK se Kabupaten Brebes dan peringkat 21 ditingkat Jawa Tengah” Ujarnya. Rabu(28/05).
Siswa Farmasi YPIB mayoritas dalam kehidupannya sehari-hari selain aktif dalam belajar mengajar disekolah, ternyata banyak juga yang sudah bekerja di berbagai apotek, dan perusahaan ternama yang bersangkutan dengan keahliannya, bisa dikatakan sekolah sambil brekerja.
Sekolah yang daya tampung keseluruhannya hanya 90 siswa, dalam pendaftaran kali ini sekarang meningkat drastis, sementara sudah mencapai 110 siswa yang diterima.
Harapan kepala sekolah, supaya sekolah dimana dirinya pimpin untuk menjadi lebih maju dan jadi barometer bagi SMK lain, dan peringkatnya semakin naik lagi, serta mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Tambahnya. Tio
 
Copyright © 2012. suara rakyat - All Rights Reserved
Created by julius Published by Suara Rakyat