.

.
.
Berita Terbaru

Walikota Perjuangkan Warga Panggung Tunda Pembongkaran

Written By suara rakyat on Jumat, 29 Agustus 2014 | 09.31

Tegal, (srtegal.com) - Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno meminta warga RT 07 dan 08 RW III, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah untuk bersikap tenang. Walikota juga menjamin tidak ada penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Kamis (28/8) ini dan bakal memperjuangkan agar PT KAI menunda pembongkaran rumah warga.

Sebagai kepala pemerintahan, akan melakukan langkah-langkah dan tahapan sesuai mekanisme. Walikota akan berkoordinasi dengan SKPD terkait, kemudian melakukan diskusi dan dialog dengan PT KAI untuk memberikan tenggang waktu sampai batas waktu yang memungkinkan, supaya paling tidak, warga ada kesiapan sampai mempunyai tempat yang baru dengan mekanisme yang berlaku.

“Supaya warga mengerti, ini adalah lahan PT KAI yang notabene milik BUMN, sebetulnya lahan ini hak orang lain. Saya pun tidak mempunyai wewenang intervensi, yang dilakukan adalah berjuang untuk masyarakatnya dengan jalan melakukan pembicaraan dengan PT KAI untuk menunda penggusuran terhadap rumah warga. Ada pun usulan yang disampaikan oleh masyarakat, akan ditelaah dan dipelajari, apakah nanti di tempatkan di rusunawa atau dicarikan tempat lain.” ungkap Siti Masitha Soeparno, saat berdialog dengan warga setempat Kamis (28/8) kemarin.

Walikota didampingi Kepala SKPD terkait berdialog dengan duduk lesehan dengan beralaskan tikar bersama warga di teras rumah salah satu rumah warga. Dialog ini mencari solusi terbaik untuk warga karena tempat tersebut rencananya akan dijadikan hotel berbintang tiga oleh PT KAI selaku pemilik lahan.

Mengenai adanya keresahan bahwa warga Panggung dalam waktu dekat akan digusur, bahkan ada yang menyampaikan hari ini tanggal 28 Agustus, walikota menjamin tidak ada penggusuran pada hari ini (kemarin-red).

“Ada informasi tanggal 28 Agustus ini rumah warga akan digusur, saya tegaskan, itu tidak benar. Saya  jamin tidak ada penggusuran yang dilakukan pihak PT KAI sekarang ini,” tegas walikota yang akrab disapa Bunda Sitha.

Bunda Sitha mengaku, baru mendengar dari media bahwa akan dibangunnya hotel bintang tiga oleh PT KAI. “Itu perencanaan dari pemilik tanah, kalaupun ada rencana pembangunan hotel, harus ada izin dulu dari pemerintah kota,” katanya.

Sementara Kepala BP2T H Bajari SE menyatakan, belum ada izin yang masuk ke Pemkot Tegal mengenai akan dibangunnya hotel tersebut, meskipun gambar perencanaan dari PT KAI sudah ada.

“Sekali lagi langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan komunikasi ke Direksi PT KAI untuk mengadakan penundaan sampai batas waktu yang memungkinkan” UNGKAPNYA.

Biaya Bongkar Minta Dinaikkan
Ketua RT 7 RW III Kelurahan Panggung, Agus Sumardi menjelaskan, ada 59 rumah yang dihuni 69 KK terdiri dari kurang lebih 225 jiwa di RT 07, sedangkan di RT 8 ada 50 rumah. Semua bangunan adalah permanen yang dibangun sejak 1975 di daerah yang dulunya rawa-rawa.

Disebutkan Agus, kronologis akan dibangunnya Hotel Bintang Tiga oleh PT KAI, warga pada tanggal 20 agustus mendapat surat edaran (SE) dari PT KAI yang isinya sosialisasi, namun ternyata sosialisasi itu isinya adalah eksekusi yang disampaikan oleh Manager Aset DAOP IV PT KAI, yang bernama Eman.
“Warga hanya diberi waktu tiga hari untuk penandatanganan buku Tabungan Plus (Taplus) yang berfungsi sebagai biaya pembongkaran dengan cara transfer. Nilainya Rp 250 ribu permeter, untuk semi permanen Rp 150 ribu dan non permanen Rp 100 ribu,” jelas Agus.

Agus mekanjutkan, dari petugas PT KAI langsung menyodorkan formulir untuk penandatangan Taplus, tapi yang dituju PT KAI adalah orang tua dan yang tidak bisa membaca.

“PT KAI menyebut warga yang tidak tandatangan tidak mendapatkan uang dan tetap dipindah. Setelah mendapatkan transferan, maka Jangka waktu  30 hari warga sudah harus melakukan pembongkaran. Warga mengaku resah dan tidak tenang,” tutur Agus.

Disebutkan Agus, biaya bongkar yang ditawarkan PT KAI dinilai rendah. Untuk itu warga minta ada kenaikan biaya bongkar. “Karena semuanya permanen, kita minta dengan harga tinggi, kita minta gantirugi sebesar Rp 2,5 juta permeter,” pungkasnya.(herdi)

Pelebaran Jembatan, Dishub Lakukan Rekayasa Lalulintas

Written By suara rakyat on Rabu, 27 Agustus 2014 | 17.16

Tegal, (srtegal.com) - Dishubkominfo bekerjasama dengan Dikyasa Polres Tegal kota melakukan simulasi rekayasa pengalihan arus lalulintas. Simulasi tersebut dilakukan karena adanya perbaikan/pelebaran jembatan Pasar Anyar yang ada di jalur Pantura di Kelurahan Martoloyo, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah.
“Sementara ini kami melakukan simulasi rekayasa dan memberikan imbauan bagi pegendara yang melintas tersebut. Rencana ada tiga titik jalur yang akan kami alihkan, yakni di pertigaan larangan Desa Munjungagung Kabupaten Tegal, pertigaan Texin, Desa Dampyak Kabupaten Tegal dan pos pertigaan Pasar Anyar Kelurahan Martoloyo Kota Tegal,” ujar Kusnodo Kasi Rekayasa Lalulintas Dishubkominfo Kota Tegal, Selasa (26/8)kemarin.
Menurutnya, kendaraan kecil atau pribadi yang dari arah timur menuju Jakarta dan Purwokerto akan dialihkan melalui pertigaan Larangan yang ada di Desa Munjungagung. Sedang kendaraan yang lolos dari pengalihan tersebut akan dialihkan pada titik berikutnya yakni yang terdapat di pertigaan Texin dan pertigaan Pasar Anyar.
“Rekayasa pengalihan kendaraan tersebut kami buat untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dari arah timur ke barat. Namun arus kendaraan yang dari barat sementara tidak ada pengalihan, karena jembatan yang akan diperbaiki lebih dulu pada bagian sisi sebelah selatan, sehingga untuk sisi sebelah utara masih bisa untuk dilintasi,” ungkap kusnodo.
Sementara Kanit Dikyasa Polres Tegal Kota, Ipda Rahmadi SH mengatakan, rekayasa pengalihan arus lalulintas sudah mulai dilakukan, hanya mulai dilakukannya pembongkaran jembatan untuk diperbaiki menunggu alat berat dari Purwokerto. “Rekayasa sudah dimulai termasuk pemasangan imbauan berupa banner dan rambu-rambu petunjuk lalulintas sudah kita siapkan semuanya. Jika nantinya terjadi krodit atau kemacetan kami terpaksa akan melakukan sistem buka tutup,” katanya.
Ipda Rahmadi berharap, semoga tidak terjadi kemacetan yang berarti, karena dari dinas terkait dan juga dari petugas kepolisian sudah melakukan simulasi rekayasa pengalihan lalulintas yang terdapat pada tiga titik tersebut. “Kami khususnya dari Lantas akan menempatkan enam personil untuk mengatur lalulintas di Pos pertigaan Pasar Anyar. Kami juga akan dibantu dari pihak rekanan yang akan ikut mengatur lalulintas di lampu merah sebelah barat dan timur tersebut,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Jembatan Bina Marga Provinsi, S Budi Widodo ST MT mengatakan, kegiatan perbaikan dan pelebaran jembatan dengan menggunakan gelagar beton. Hal ini dilakukan karena untuk mengimbangi kepadatan arus lalulintas yang sekarang ini meningkat.  “Jembatan ini akan dilebarkan dari sebelumnya 9 meter menjadi 21 meter. Dan pelebaran yang dilakukan yakni dari sisi kanan dan kiri jembatan,” ujarnya.
Budi Widodo menjelaskan, untuk waktu pelaksanaan pelebaran jembatan terhitung dari 26 Agustus hingga akhir Desember 2014. Disinggung tentang anggaran yang dipakai untuk perbaikan dan pelebaran jembatan, Budi mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Kami tidak tahu kegiatan ini menghabiskan anggaran berapa, namun yang tahu persis PPK nya yaitu Ir Wahyudi. Sedang kami hanya Kasi Jembatan BPT Wilayah Tegal yang meliputi, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Dia mengaku, untuk pelaksanaan rencana untuk jembatan sisi selatan dulu yang akan dikerjakan dengan memakan waktu dua bulan, yakni dari September hingga Oktober. Sedang untuk sisi sebelah utara juga sama dua bulan, yakni Nopember hingga Desember. “Kami berharap supaya rekanan dapat mengerjakan sesuai target atau waktu yang disediakan, yakni akhir Desember harus sudah selesai dan dapat untuk dilintasi kembali,” harapnya.(herdi)

Satpol PP Siap Tanggulangi Pasar Tumpah

Written By suara rakyat on Senin, 21 Juli 2014 | 17.33

Brebes, (srtegal.com) – Satpol PP Kabupaten Brebes siap membantu menanggulangi kemacetan yang terjadi karena adanya pasar tumpah yang berada di beberapa titik di Kabupaten Brebes, diantaranya di Losari, Bulakamba, Pasar buah serta tempat-tempat yang menghambat jalannya arus lalu lintas yang akan dilintasi oleh para Pemudik dari arah Jakarta yang dapat mengakibatkan kemacetan.
“Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Drs Budhi Darmawan, Msi melalui Kasi Linmas Nurochmat menuturkan, bahwa anggotanya siap diterjunkan untuk membantu jalannya kegiatan dalam mengawasi keamanan serta ketertiban dalam berlalulintas, dimana dirinya menerjunkan anggotanya masing-masing 5 anggota di tiap titik”. Tuturmya, Senin (21/7).
Dalam pengamanan demi kelancaran berlalulintas, Satpol PP bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, Satlantas, dan dinas-dinas terkait. Dan himbauan bagi para pengendara, supaya dalam mengendarai kendaraannya tidak terlalu ngebut, sehingga dapat selamat sampai dengan tujuan. Tio

F MARGAL Gelar Baksos, Bagi Ratusan Sembako dan Tajil

Written By suara rakyat on Sabtu, 19 Juli 2014 | 17.05

Tegal, (srtegal.com) – Seratusan paket sembako dan tajil dibagikan ke warga kurang mampu yang ada di sekitar Kota Tegal. Hal itu dilakukan dalam bakti sosial (Baksos) yang digelar Forum Masyarakat Gerak Tegal (F MARGAL), Jumat (18/7) sore, kemarin di dua lokasi, yakni di Jalan Kapten Soedibyo (sebelah barat Pasifik mall) dan di Jalan AR Hakim (depan BCA) Kota Tegal.
Ketua F MARGAL, Wisnu Nugroho (30) mengatakan, baksos dengan membagikan seratus paket sembako dan seratus bungkus tajil untuk berbuka puasa tersebut, merupakan kegiatan sosial yang jauh sebelumnya sudah diagendakan. Sedang tujuannya yaitu, untuk saling berbagi terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Target kami adalah para pekerja sapu jalanan dan tukang becak juga masyarakat yang kurang mampu di Kota Tegal. Sebelumnya, kami juga membagikan sebagian paket sembako kepada para janda dan anak yatim di empat wilayah, yakni di Kecamatan Tegal Barat sebanyak 10 paket sembako, Tegal Timur 10 paket, Tegal Selatan 10 paket dan Margadana juga 10 paket sembako,” ujar Wisnu, saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sedang F MARGAL, lanjut Wisnu, merupakan forum yang baru terbentuk di Kota Tegal ini. Namun meski cenderung baru Forum Masyarakat Gerak Tegal yang bermarkas di Jalan H Abdul Ghoni, RT 03 RW 2 Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat ini, memiliki anggota yang lumayan banyak, yakni sekitar dua ratusan anggota yang tergabung dari empat kecamatan.
“Kami sengaja merekrut anggota di empat kecamatan tersebut, karena kebetulan Kota Tegal memiliki empat kecamatan. Namun kami tidak sembarangan dalam melakukan rekrutmen anggota, karena forum ini dibentuk untuk kegiatan sosial, maka kami merekrut mereka yang memiliki jiwa sosial tinggi dan juga mau berkorban bagi sesamanya,” katanya.
Wisnu menambahkan, baksos dengan membagikan paket sembako dan tajil tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, dalam hal ini khususnya masyarakat yang kurang mampu dan memang layak untuk dibantu.
“Semoga apa yang sudah kami lakukan ini bermanfaat. Apalagi inikan bulan ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah, kita harus banyak bersedekah terhadap orang yang tidak mampu. Memang ini merupakan kegiatan baksos perdana bagi forum kami, dan semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang tukang sapu jalanan, Sudarsih (58) mengaku senang mendapat paket sembako yang dibagikan F MARGAL. Menurutnya, paket sembako tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan di rumahnya.
“Saya sangat senang karena mendapat paket sembako ini. Akan saya gunakan untuk sahur nanti malam bersama keluarga di rumah. Kebetulan sekali kebutuhan seperti beras dan minyak sayur di rumah sudah habis, jadi tidak perlu membelinya lagi,” ungkapnya seraya bersyukur.
Terpisah, tukang becak asal Kelurahan Debong Kulon, Kardiman (54) mengaku kaget dan bangga melihat segerombolan pemuda berpakaian hitam-hitam, namun ternyata memiliki jiwa sosial yang tinggi.
“Sebelumnya saya kaget, karena laju becak saya sempat dihentikan mereka. Namun rasa kaget saya berubah menjadi bangga, ternyata becak saya dihentikan karena hendak diberi paket sembako dan sebungkus tajil untuk berbuka puasa. Ternyata gerombolan pemuda tersebut sedang membagikan paket sembako dan tajil kepada masyarakat, termasuk saya juga dapat,” ungkapnya.(herdi)        

KTP-EL BERLAKU SEUMUR HIDUP

Written By suara rakyat on Rabu, 02 Juli 2014 | 21.10

Brebes, (srtegal.com) – Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang semula masa berlakunya hanya lima tahun, kini sesuai dengan UU No.24 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan bahwa masa berlaku KTP-EL sekarang adalah seumur hidup selama tidak ada perubahan biodata pemilik. Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Brebes H. Emastoni Ezam, SH, MH dalam pembukaan Pelatihan Petugas Registrans di Gedung Korpri Kabupaten Brebes, belum lama ini.
Sekda juga menjelaskan penggunaan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri adalah satu-satunya data kependudukan yang dipakai pemerintah dalam perencanaan kebijakan pembangunan. Sehingga akurasi data kependudukan sangat diperlukan. Dalam UU No.24 tahun 2014 diterangkan bahwa penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun, pengurusannya tidak lagi melalui pengadilan, tetapi kini melalui keputusan kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota.
Perubahan lainnya mengenai pencatatan kematian, dalam UU perubahan tersebut adalah kewajiban RT untuk melaporkannya kematian warganya secara berjenjang melalui RW kemudian dilanjutkan ke Desa/kelurahan, kecamatan dan terakhir kabupaten. “Perbedaan mendasar dengan UU yang lama adalah yang semula pengurusan kematian diwajibkan kepada penduduk dan sekarang pihak RT yang berkewajiban melaporkannya,” kata Sekda. Dalam kesempatan ini, Sekda menegaskan bahwa pengurusan dan penerbitan dokumentasi kependudukan (KK, KTP-EL, akta kelahiran, akta kematian, akta perceraian, akta pengakuan anak dan lain-lain) tidak dipungut biaya alias gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Brebes, Drs. H. Asmuni, MSi menjelaskan beberapa kendala yang dialami dalam proses perekaman KTP-EL selama ini. “Adanya gangguan jaringan Indosat (offline) sehingga perekaman dan pelayanan lainnya mengalami gangguan, perlu dilakukannya update aplikasi terbaru, peralatan server dan perangkat computer lainnya banyak yang rusak,” ujar Asmuni. Kendala lainnya adalah belum dikirimnya hasil cetak KTP-EL dari perekaman tahun 2013 sebanyak sekitar 132 ribu keping, sementara pendataan saat ini mengalami peningkatan.
Pelatihan yang diikuti sekitar 320 peserta dari kasie pemerintahan kecamatan dan sekdes/seklur se Kabupaten Brebes ini menekankan tugas pokok petugas registrans antara lain membantu Kepala Desa/ Lurah dan Disdukcapil atau UPTD Dukcapil dalam memberikan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil dan juga mengelola dan menyajikan data kependudukan di Desa/Kelurahan. Tio(R)

Pemkab Brebes Gelontorkan 1,950 Miliard Dana Bantuan RT / RW se- Kabupaten Brebes

Written By suara rakyat on Jumat, 27 Juni 2014 | 22.06

Brebes, (srtegal.com) - Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, memberikan bantuan transport sebagai upaya mendekatkan diri dengan para ketua RT dan RW. Pasalnya mereka telah membantu jalannya pemerintahan ditingkat grass root sebagai ujung tombak dan ujung tombok. Menurut Bupati bantuan tersebut meski bernilai amat kecil tetapi hendaklah dilihat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan membangun Brebes.
Dana bantuan transport bagi Ketua RT dan RW se Kabupaten Brebes tahun 2014 selesai digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Bantuan tersebut diberikan Bupati sebagai perwujudan program enam pilar Pemkab Brebes sejak tahun 2013.
 “Tanpa peran serta para Ketua RT RW, program Pemkab sulit terwujud, untuk itu kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf bila ada kekeliruan yang telah diperbuat, semoga puasa tahun ini bisa dilaksanakan lebih baik ketimbang tahun yang lalu.
“Mari kita jalankan puasa, meskipun mungkin ada perbedaan penetapan awal puasa. Perbedaan tersebut semoga menjadi hikmah dan rahmat bagi kita semua,” harap Bupati. belum lama ini.
Bantuan diberikan secara marathon sejak tanggal 17-27 Juni 2014. Secara rinci, untuk Kecamatan Brebes diberikan kepada 504 orang, Songgom (328), Jatibarang (479), Bantarkawung (538), Salem (333), Larangan (805), Ketanggungan (688), Losari (705), Tanjung (446), Tonjong (672), Sirampog (655), Bumiayu (420), Paguyangan (370), Banjarharjo (714), Kersana (463), Wanasari (801) dan Kecamatan Bulakamba (831).
H Rofieq Qoidul Adzam SH MH menjelaskan “Dana sebesar Rp 1.950.800.000 untuk 9.754 Ketua RT dan RW se Kabupaten Brebes. Tiap-tiap Ketua RT dan RW mendapatkan Rp 200 ribu rupiah. Bila dibandingkan dengan 2013, tahun ini ada penambahan 77 orang karena ada pemekaran wilayah. “Sekarang banyak perumahan baru, sehingga bertambah pula jumlah Ketua RT/RW nya,” tuturnya. Tio(R)
 
Copyright © 2012. suara rakyat - All Rights Reserved
Created by julius Published by Suara Rakyat