Berita Terbaru

Bunda Sitha - Kang Nur, Siap Lanjutkan Program Untuk Tegal Lebih Maju Lagi Dalam Segala Bidang

Written By suara rakyat on Senin, 24 Maret 2014 | 01.35

Tegal, (srtegal.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah resmi melantik Siti Masitha Soeparno dan Drs HM Nursholeh MMPd sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal terpilih di Pendapa Balai Kota Tegal. Minggu(23/3) kemarin.
 Adapun acara dihadiri rombongan Gubernur Jateng, rombongan wali kota terpilih, rombongan wakil wali kota, Forkopinda lokal, Forkopinda Provinsi, dan tamu undangan dari kepala daerah tetangga. Serta tokoh-tokoh masyarakat Tegal, termasuk teman-teman LSM
 Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan, proses pelantikan ini merupakan cara untuk bagaimana kerjanya nanti untuk mengerjakan PR-PR besar yang akan dihadapi. Bahwa tahun 2014 ini merupakan tahun infrastruktur. Maka dari itu wali kota dan juga DPRD Kota Tegal beserta masyarakat, diminta untuk mengawal. Karena infrastruktur di Jawa Tengah kondisinya kurang baik.
“Saya ingin tahun ini pencanangan infrastruktur yang akan dilakukan secara serentak,  seluruh warga masyarakat khususnya Kota Tegal untuk ikut mengawasi pembangunan infrastruktur tersebut. Karena saya khawatir Provinsi Jateng ini bakal tertinggal dengan daerah lain,” ujarnya.
Selanjutnya gubernur berharap, Kota Tegal masih menjadi Jepangnya Indonesia. Sejarah panjang tersebut supaya bisa tetap diteruskan, karena Kota Tegal ini sudah dikenal banyak daerah bahkan secara nasional merupakan kota industri.
“Saya minta supaya wali kota lama dan yang baru bisa saling koordinasi. Baik program yang sudah ada dan berjalan maupun yang belum dikerjakan. Sehingga Kota Tegal ini bisa berkembang dan maju lagi,” harapnya.
Tidak lupa gubernur juga berterimakasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota lama yang dianggap selama satu periode memimpin Kota Tegal dengan baik dan bisa membawa kemajuan di Kota Tegal.
“Mereka berdua bukan malaikat, namun sama dengan kita yang masih banyak kesalahan dan kekurangan. Dan mari kesalahannya kita koreksi dan yang baik kita teruskan,” katanya.
Gubernur berharap, kepada Walkot dan Wa Walkot Tegal yang baru, supaya selalu berkoordinasi dengan walkot sebelumnya. Sehingga seperti program atau kegiatan walkot lama yang belum terlaksana dapat diteruskan. Dan program yang sudah berjalan dengan baik agar dapat diteruskan.
Sementara Wali Kota Tegal baru Siti Masitha Soeparno menegaskan, siap melanjutkan program pemimpin sebelumnya yang memang sudah terbangun dengan baik, dan memang pro rakyat. Contoh seperti kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Sekaligus pemerintah yang baru ini akan menawarkan dengan ciri khas program yang akan dijalankan dalam pemerintahan yang baru ini. Tio(R)

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih, Diwarnai Demo

Tegal, (srtegal.com) – Ratusan massa gabungan pengunjukrasa telah berkumpul dan bergerak dari gerbang Pantai Alam Indah (PAI) Tegal menuju Balai Kota Tegal untuk menyampaikan aspirasinya supaya didengar dan dijalankan.
Gabungan massa yang terdiri dari KAMMI, HMI Cabang Kota Tegal, GMNI Tegal, BEM Politeknik Harber, BEM STIMIK AKI, LSM Kepret, LSM Amuk, LSM  Humanis, LSM Limas dan Satma PP, ingin menyampaikan 4 point aspirasi. Pertama, soal perilaku tim sukses pasangan Sitha-Nursholeh, yang dinilai melecehkan martabat masyarakat Kota Tegal.
Ketua LSM NGO Humanis Kota Tegal, Agus Slamet menyampaikan aspirasinya bahwa “Tim sukses Sitha-Nursholeh telah mengintervensi birokrasi Pemkot Tegal dalam penentuan undangan tamu pelantikan. Karena tim sukses sebelum dilakukannya pelantikan meminta undangan sebanyak 2000 orang. Ini merupakan tindakan yang sangat tidak logis dan tidak beretika,” ujarnya, Minggu (23/3) kemarin.
 Selain itu, tim sukses Sitha-Nursoleh, yang mengumpulkan pejabat birokrasi Kota Tegal di Rumah Makan Nusa Bahari saat belum dilakukan pelantikan. “Kita mencurigai adanya upaya Amir Mirza untuk menggiring opini. Apalagi dia juga caleg DPR RI,” katanya.
Dia juga menyoal, posko pemenangan Sitha-Nursoleh yang digunakan untuk berjudi, kita menuntut untuk tindakan perjudian mendapat sanksi dari pihak yang berwajib, juga tindakan tegas dari KPU dan Panwaslu. Tambahnya.
Dan yang ke empat, “kita akan menuntut Partai Golkar mencabut dukungan kepada Siti Masitha. Karena sudah berupaya untuk menjalankan pemerintahan yang tidak bersih, dan sangat sarat KKN.
Para pengunjuk rasa mengancam akan berdemo kembali bahkan dengan masa yang lebih besar lagi, jika empat point aspirasi/permintaan yang telah disampaikan saat dilakukan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang baru tidak dipenuhi, Minggu (23/3) kemarin.
Sementara Wali Kota Tegal baru, Siti Masitha ketika dikonfirmasi untuk menanggapi pengunjuk rasa, usai dilantik, menurutnya, berunjuk rasa itu sah-sah saja. Yang penting tidak sampai anarkis. Dan adanya unjuk rasa seperti itu, mungkin bentuk penyampaian aspirasi dan bentuknya bukan destruktif dan tidak adanya indikasi untuk mendiskreditkan.
“Bagaimanapun saya baru saja dilantik dan baru akan bekerja, pasti ada saja bentuk forum untuk bermusyawarah dan berdialog dan berkomunikasi. Dan jika memang ada kesempatan untuk bertemu dan berdialog saya akan menemuinya dalam bentuk komunikasi,” ujarnya.  
Dia mengatakan, belum tahu persis bentuk tuntutan mereka yang melakukan unjuk rasa, itu karena belum adanya laporan yang masuk ke pihaknya. “Saya belum dapat masukan, tapi nanti kita akan cari titik temu dari pada penyampaian aspirasi tersebut,” ungkapnya. Tio(R)

Walikota Tegal Resmikan Tiga Lokasi Dalam Waktu Bersamaan

Written By suara rakyat on Minggu, 16 Maret 2014 | 18.59

Tegal,(srtegal.com) – Peresmian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kelurahan Kraton dan dua lokasi lainnya, seperti Taman Poci Kelurahan Panggung dan Taman Bung Karno Kelurahan Pesurungan Lor Kecamatan Margadana Kota Tegal dalam hari yang sama telah diresmikan oleh Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE AK MH. Acara peresmian ketiga lokasi tersebut dilaksanakan bersamaan di halaman Rusunawa, belum lama ini.
 Adapun yang menghadiri dalam acara tersebut, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Wakil Wali Kota Tegal, Sekrearis Daerah Kota Tegal, Para Staf Ahli, Asisten, dan Pimpinan SKPD di lingkungan Kota Tegal, Kepala BUMD dan BLUD Kota Tegal, serta calon penghuni Rusunawa Kraton.
Wali Kota Tegal mengatakan, Rusunawa Kraton diperuntukan bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan yang kurang layak dan masih membutuhkan tempat tinggal. Sebagaimana yang diketahui, rumah merupakan kebutuhan dasar dan hak rakyat yang masih menjadi tanggung jawab pemerintah. Sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 28 yang menyebutkan pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan tempat tinggal yang layak bagi rakyat.
 “Di akhir rencana pembangunan jangka menengah di Kota Tegal telah dibangun 2 (dua) Twin Block Rusunawa. Dan ini menunjukan komitmen dan keseriusan Pemkot Tegal dalam ikut mewujudkan ‘Indonesia Bebas Kumuh di tahun 2020’ pada umumnya, serta dalam mengatasi permasalahan permukiman perkotaan khususnya,” tambahnya.
 Ikmal mengakui, pembangunan Rusunawa Kraton masih merupakan sebagian kecil dari upaya pemkot yang telah dilakukan selama kurun waktu lima tahun terakhir dalam menangani permasalahan permukiman di Kota Tegal. Sebenarnya, lanjut dia, masih banyak pekerjaan rumah di bidang perumahan dan permukiman yang harus diselesaikan. Dan tidak cukup dalam waktu 5-10 tahun. Itu karena pembangunan merupakan pekerjaan yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ikmal berpesan, bagi penghuni Rusunawa agar senantiasa menjaga ketentraman, ketertiban, keamanan, keselamatan, dan kesehatan di lingkungannya. “Semoga dengan menghuni Rusunawa ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan, syukur-syukur sampai bisa memiliki rumah sendiri,” harapnya.
Selain peresmian Rusunawa, Ikmal juga meresmikan Taman Poci di Kelurahan Panggung yang memiliki luas 3.000 M2, serta Taman Bung Karno yang terletak di Kelurahan Pesurungan Lor dengan luas 5.000 M2. Pembangunan taman kota sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan dan penataan ruang, serta upaya pemenuhan ruang terbuka hijau publik sesuai amanat, pada Undang-Undang Nomor 2 tahun 2006 tentang Penataan Ruang. Tio(r)

Polresta Tegal Siapkan Ratusan Personel Guna Pengamanan Pemilu

Tegal,(srtegal.com) – Jelang pemilu 2014 Polres Tegal Kota menyiapkan 481 personel, terdiri dari 441 dari Polri dan 40 personel dari TNI. Hal itu guna mengamankan tahapan pesta demokrasi. Meski hasil pemetaan pengamanan pemilu legeslatif (pileg) tahun ini, ada sebanyak 483 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 27 kelurahan masuk kategori aman.
Kapolres Tegal Kota AKBP Darmawan Sunarko SIK melalui Kabag Ops Kompol Suwandi SH mengatakan, telah menyiapkan personel, guna mengamankan pileg yang dilakukan setiap tahapan. Mulai dari kampanye, pemungutan suara, rekapitulasi, sampai pengamanan ketika pelantikan anggota DPRD Kota Tegal, DPRD Provinsi, DPR RI maupun DPD.
“Masa kampanye yang akan berlangsung selama 21 hari, terhitung mulai 16 Maret hingga 5 April 2014. Kami bakal melibatkan 250 personel, yakni 210 dari Polri 40 dari TNI. Sedang saat pemungutan dilakukan 9 April nanti, kami mengerahkan 481 personel, terdiri 441 Polri sisanya dari TNI,” terangnya, kemarin.
Hasil pemetaan yang dilakukan menurutnya, sebanyak 483 TPS di Kota Tegal masih kategori aman. Namun pengamanan dan antisipasi terjadinya kerusuhan tetap dilaksanakan.
“Kerawanan saat kampanye pileg, seperti terjadinya money politik, mencuri start, kampanye gelap (black campaign), sabotase, teror, rusuh massal antar pendukung parpol maupun paslon, provokasi juru kampanye, merusak alat peraga, dan aksi saling ejek pendukung. Kami telah merumuskan langkah guna menghindari kerawanan waktu kampanye,” tegasnya.
Dia melanjutkan, untuk cara bertindak menekan terjadinya kerawanan selama kampanye, yakni melalui Babin Kamtibmas, petugas melakukan sosialisasi, himbauan deteksi dini ancaman dan gangguan keamanan.
“Kami menyiapkan 12 personel untuk menjadi penyidik guna memproses pelanggaran tindak pemilu. Kami juga berkoordinasi dengan Panwaslu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal guna memproses pelanggar pidana pemilu. Dengan melalui penegakan hukum terpadu (Gakumdu),” pungkasnya. Tio(r)

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Brebes Menciptakan Pegawai Yang Profesional

Brebes,(srtegal.com) – Sebagai wadah yang menangani seluruh pegawai Negeri Sipil diwilayah Kabupaten Brebes, BKD sangat berperan penting dalam penanganan permasalahan kepegawaian demi memajukan kepentingan negara, peran BKD sangat dibutuhkan untuk menciptakan pegawai yang profesional.
“Menurut Kepala BKD Kabupaten Brebes Dra Lutfiyatul Latifah, menjelaskan bahwa peran penting yang harus dijalankan dalam pemerintahan yang menangani kepegawaian, adalah menciptakan daerah yang diembannya untuk menjadi paling maju diantara daerah lainnya, diantaranya dalam kedisiplinan menjalankan tugas sesuai tupoksinya”. Ucapnya. belum lama ini.
Sesuai dengan peraturan pemerintah tentang kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) No 53 Tahun 2010 harus benar-benar dijalankan, dimana para pegawai wajib menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Apabila terdapat laporan pelanggaran seperti bolos kerja atau keluyuran di jam kerja, berada ditempat-tempat hiburan atau mall, tak segan-segan BKD Brebes akan menindak tegas, dengan syarat sudah ada laporan yang pasti dan sudah ada tindakan dari Satpol PP yang menanganinya yaitu team Penyidik Pegawai.
Mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun  2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah. Mulai Per-tanggal 1 Januari 2014 telah diberlakukan sistem baru Penilaian Prestasi Kerja PNS. Sesuai dengan edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar, dengan tujuan untuk mewujudkan pegawai yang profesional dalam mendukung percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi. Karena itu, setiap PNS harus memiliki rencana dan target setiap tahunnya yang akan dinilai setiap akhir tahun per-31 Desember, sesuai bidang tugasnya berdasarkan ketentuan tersebut. Dalam melaksanakan tugasnya harus dikerjakan sendiri, tidak bisa direkayasa dalam pembuatannya karena apabila dibuatkan akan kelihatan hasilnya.
Diharapkan wilayah Kabupaten Brebes, bagi seluruh PNS dapat menjalankan aturan tersebut dan mentaati semua yang telah ditentukan, demi memajukan daerah Brebes untuk menjadi barometer di Jawa Tengah. (Tio)

Sifat Merakyat DR. Dewi Aryani, MSi Mendapat Acungan Jempol

Written By suara rakyat on Kamis, 16 Januari 2014 | 22.03

Tegal, (srtegal.com )- Hujan lebat tampaknya tak surutkan semangat warga Debong Lor Rt 01 Rw 03 Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal dalam melakukan kegiatan rutin kerja bhakti ( Minggu, 12/1) lalu. Pasalnya dalam kerja bhakti tersebut telah kedatangan Caleg DPR RI Dapil 9 DR. Dewi Aryani, MSi, dimana dalam kedatanganya tersebut selain memberikan bantuan berupa sound system dan snack, Dewi Aryani juga ikut terjun bersama rakyat untuk bekerja bhakti, sehingga mendapat acungan jempol dari masyarakat sekitar.
“ Ayo jangan patah semangat, kita bersih kampung bersama-sama dalam kerja bhakti ini meski hujan “ Tandas Dewi Aryani seraya akrab bersama warga.
Disisi lain, kelebihan yang dimiliki Rt 01 Rw 03 Kelurahan Debong Lor ini ( Kebun Bibit ) sebagai penunjang gizi warganya juga ikut ditinjaunya. Dimana, kebun bibit tersebut telah berhasil melakukan panen cabe dan sayuran lainnya.
“ Mudah-mudahan kebun bibit ini terus berjalan sehingga bermanfaat bagi warga sebagai penunjang gizi, dan ini pula sebagai bagian dari tujuan bangsa Indonesia bahwa warga kelurahan Debong Lor ini ikut mencerdaskan bangsa melalui pemenuhan gizi warganya, Alhamdullillah, saya bangga sekali “ Tambahnya.
DR. Dewi Aryani, MSi yang didampingi caleg Kota Tegal, Kusnendro ST beserta rombongannya ikut bersantap makanan hasil olahan ibu-ibu PKK Dasa Wisma Debong Lor tersebut. Tampak tak pilah pilih macam-macam gorengan seperti tahu, tempe, dage,bakwan serta singkong goreng disantap bahkan makan basahan lainnyapun ikut disantapnya.
Hal ini dimata masyarakat RT tersebut tampak merakyat sekali tanpa ada hal yang canggung baik dalam komunikasi maupun dalam penyampaian aspirasi.
“ Kedepannya, setelah kembali menjabat diharapkan sifat serta sikap kerakyatan seperti ini jangan sampai dihilangkan, aspirasi kami cepat direspon dan hak warga Negara tidak dikesampingkan demi kemajuan bangsa dan Negara ini “ Tandas Jamhari, ketua Rt 01/03 Kelurahan debong Lor Kecamatan Tegal barat ini. Dn
 
Copyright © 2012. suara rakyat - All Rights Reserved
Created by julius Published by Suara Rakyat