Berita Terbaru

Logistik Pemilu Pileg Dikembalikan ke KPU

Written By suara rakyat on Jumat, 18 April 2014 | 21.15

Tegal, (srtegal.com) – Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijanarko SH mengatakan, hari Sabtu semua Logistik Pemilu Legeslatif akan diserahkan atau dikirim kembali ke KPU. Karena sesuai agenda KPU bakal  segera melaksanakan rekapitulasi yang dilanjutkan rapat pleno guna menetapkan hasil perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 yang dilaksanakan (19-22/4) mendatang.
“Berhubung logistik sangat banyak dan tidak mungkin untuk disimpan semuanya di gudang Kantor KPU, maka kami membagi dua tempat. Yakni di gudang Kantor KPU dan gudang KPU di Jalan Nias Kelurahan Panggung,” pungkasnya
Kapolres Tegal Kota AKBP Darmawan Sunarko SIK melalui Kabag Ops Polres Tegal Kota Kompol Suwandi menghimbau, setelah dilaksanakannya pemungutan suara dan penghitungan berikut rekapitulasi yang dilaksanakan baik di tingkat kelurahan (PPS) maupun PPK masing-masing kecamatan di Kota Tegal,mulai Jumat-Sabtu semua Logistik Pemilu Legislatif 2014 dikirim kembali ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal.
“Proses pengiriman logistik kembali ke KPU melibatkan pengamanan dan pengawalan personel Polres Tegal Kota yang dilaksanakan bertahap selama 2 (dua) hari, yakni Jumat-Sabtu (18-19/4),” ujarnya, Jumat (18/4) kemarin.
Menurut Suwandi, pengiriman kembali logistik ke KPU tahap pertama sebanyak 487 Kotak Suara dari PPK Kecamatan Tegal Barat dan PPK Kecamatan Tegal Selatan sebanyak 481 Kota Suara. Kotak Suara tersebut, disimpan di Gudang KPU di Jalan Nias Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
“Sedang pengiriman tahap kedua hari Sabtu (19/4) logistik dari PPK Kecamatan Margadana dan PPK Kecamatan Tegal Timur. Akan disimpan langsung di gudang penyimpanan Kantor KPU Kota Tegal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, selain pengamanan dan pengawalan pengiriman selama proses penyimpanan dan rekapitulasi tingkat Kota, Polres Tegal Kota menempatkan 21 personel  yang masing-masing sebanyak 9 personel dipimpin Perwira Pengendali Ipda Abdul Munir SH di lokasi gudang penyimpanan. Dan 12 personel lainnya mengamankan di Kantor KPU Kota Tegal dipimpin AKP Widada,” ungkapnya. Tio(R)




Ikmal Terkejut, Jadi Tersangka Kasus Bokong Semar


Tegal, (srtegal.com)- Mantan Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE AK dan keluarga mengaku terkejut dengan keputusan KPK yang telah menetapkan statusnya menjadi tersangka atas kasus tukar guling lahan Bokong Semardi KelurahanKaligangsaKecamatanMargadana. “Sebagai warga negara yang taat hukum, maka dengan adanya keputusan ini sayaakan mengikuti proses-proses tahapan hukum selanjutnya. Sayajuga akan meminta untuk kerjasamanya yang baik kepada KPK maupun lembaga hukum lainnya yang ada,” ujar Ikmal, saat ditemui di rumahnya di Pesurungan Lor Tegal, Selasa (15/4) kemarin.
Menurut Ikmal, hal ini terjadi karena selama ini tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Tegal kondisinya masih sewa lahan yang berakhir pada 2012 lalu, namun diperpanjang dan berakhir hingga 2014 ini. Karena kondisinya mendesak, lanjut dia, untuk pembuangan sampah yang ada di Kota Tegal sehingga membutuhkan TPA sendiri. 
Pemkot Tegal saat itu melakukan tukar guling tanah yang berada di Kelurahan Kaligangsa Kecamatan Margadana (Bokong Semar) untuk dijadikan TPA. Lahan Bokong Semar itu ditukar guling dengan tanah Pemkot Tegal yang ada di Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan, Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat, dan di Kelurahan Pekauman Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal.
“Kami (Pemkot Tegal) sudah melakukan tahapan-tahapan melalui mekanisme yang ada, yaitu melalui adanya penilaian yang dilakukan tim penilai sebanyak dua kali. Pertama, tim penilai yang ditunjuk oleh pihak ketiga, dan yang kedua tim penilai yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang,” katanya.
Dari hasil penilaian tersebut, kata Ikmal, telah melalui pemeriksaan oleh badan pemeriksaan keuangan (BPK) Provinsi Jateng. Saat itu BPK sempat menanyakan tentang penilaian tidak adanya persetujuan dari DPRD setempat. Namun, setelah ada jawaban dari Kemendagri tentang proses tukar menukar lahan yang digunakan untuk kepentingan publik dalam hal ini TPA, maka proses tukar menukar tidak perlu adanya persetujuan dari DPRD. “Pernyataan itu pada Juni 2013 kemarin,” katanya.
Ikmal mengaku, saat itu sempat muncul (Mark Up) ada kelebihan sekitar 1,2 M, tetapi sudah dikembalikan secara suka rela oleh pihak ketiga baik PT Tri DayaPratama maupun PT Ciputra Optima Putra. “Kami dalam proses tukar menukar lahan sudah melalui tahapan dan mekanisme yang ada. Adapun dalam pelaksanaan terdapat hal-hal yang dinyatakan melanggar dan sebagainya itu semata-mata bukan faktor kesengajaan, namun dimungkinkan adanya kelalaian (human eror),” katanya.
Ikmal menegaskan, intinya saat proses itu semuanya sudah melalui peraturan pemerintah maupun Kemendagri, sehingga kesimpulannya saat itu adalah sudah sesuai dan tidak bermasalah. “Namun, ternyata saya dinyatakan statusnya sebagai tersangka oleh KPK. Kembali lagi saya menyampaikan, tidak ada keniatan dan unsur kesengajaan untuk melakukan pelanggaran itu,” ungkapnya.
Sementara lanjut Ikmal, untuk ketiga lahan yang ada di Kelurahan Keturen, Kraton, dan Pekauman untuk sertifikat sudah atas nama pihak ketiga. Begitu juga Bokong Semar yang ada di Kelurahan Kaligangsa yang sebelumnya masih atas nama pihak ketiga sekarang sertifikatnya sudah atas nama Pemkot Tegal. “Itulah yang menjadikan masing-masing pihak memiliki bukti-bukti alasan yang sah, sehingga masing-masing pihak sudah bisa melaksanakan pembangunan seperti yang sudah ada sekarang ini,” paparnya.
Menurutnya,hal ini terjadi karena sekarang ini masih dalam proses tahap dari penyelidikan menjadi penyidikan, dan nanti dalam tahap pemeriksaan-pemeriksaan baru akan tahu alasan-alsan KPK untuk menetapkan kemungkinan tersangka lain. “Akan kita ikuti proses berikutnya, kenapa hanya saya yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.
Saat masih menjabat sebagai walikota menurut dia, ada rencana untuk membangun TPA, karena TPA yang sekarang kontrak minimal 2 tahun sehingga jika kontrak tersebut habis selanjutnya warga akan membuang sampah kemana. “Untuk rencana pembangunan TPA yang sekarang ini biarkan pemerintahan yang sekarang saja yang melanjutkan. Karena kemungkinan mereka lebih tahu program pembangunan TPA tersebut,” ungkapnya.
Hingga sekarang sambung Ikmal, proses pembangunan TPA di Bokong Semar belum dimulai, karena saat itu anggarannya ditahan sebab tidak disetujui oleh DPRD, padahal saat 2013 kemarin sudah dianggarkan Rp 9 miliar. Dia mengaku, saat itu akses untuk masuk Bokong Semar harus melalui Jalingkut. Kalaupun berjalan normal, jalingkut akan selesai pada Mei tahun 2012 lalu. Tetapi ternyata diundur menjadi Februari/Maret 2013, namun ternyata juga diundur lagi karena bermasalah dengan hukum yang statusnya menjadi status quo. Sehingga tidak tahu sampai kapan penyelesaiannya.“Sebenarnya hanya itu yang menjadi kendala ataupun alasan kenapa anggaran itu tidak disetujui,  yang pada akhirnya pembangunan TPA tidak terealisasi. Padahal saat itu juga ada rencana pembangunan jalan disamping Jalingkut untuk akses ke TPA, tetapi DPRD meminta untuk menunggu Jalingkut selesai dulu,” ungkapnya. 
Adapun luas untuk rencanaTPA sekitar 14 hektar, sedang yang ditukargulingkan sekitar 6 hektar,yaitu tiga kelurahan tersebut.
Sementara Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Diskimpataru) Kota Tegal yang membidangi tentang persampahan, hingga berita iniditurunkan belum berhasil dihubungi. Dn® 

Gara-gara Kehabisan Stok Kantong Darah, Pendonor Kecewa



Tegal, (srtegal.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal kehabisan stok kantong darah sehingga banyak pendonor batal untuk mendonorkan darahnya. Donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tegal ke-434 digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (16/04) kemarin.

Seorang calon pendonor Nugroho (30) mengatakan, hendak mendonorkan darah yang dilaksanakan di pendopo oleh Pemkot Tegal, namun kembali lagi. Karena menurut panitia stok kantong untuk tempat darahnya habis. “Mungkin karena saya datangnya kesiangan, sehingga tidak kebagian kantong darah,” katanya.

Maksud tujuan untuk donor, menurut Nugroho, karena selain ingin mengetahui golongan darah juga mengecek tensi darah. Dia mengaku, baru pertama kali ingin mendonorkan darahnya. Sebelumnya telah mendapat informasi melalui media, bahwa dalam memperingati HUT Tegal ada rangkaian acara salah satunya donor darah tersebut. “Saya sedikit kecewa, karena tidak jadi donor darah,” tambahnya.

Seorang petugas donor darah, Kofie mengatakan, sebanyak 130 orang yang mendaftar untuk mendonorkan darahnya. Namun berhasil terkumpul sebanyak 110 kantong. Sisanya 5 orang gagal karena tidak memenuhi persayaratan untuk mendonorkan darahnya serta 15 orang lainya batal karena kehabisan kantong darah. “Kami hanya berhasil membawa 110 kantong darah saja,” ungkap Kofie.

Sementara panitia dr Abdal Hakim Tohari Sp KFR MMR mengatakan, target untuk mendapatkan darah sebanyak-banyaknya dalam aksi donor darah ini. Menurut dia, biasanya kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya rata-rata mendapatkan 80 kantong darah.

Dengan adanya peningkatan pendapatan darah pada kesempatan ini, sambung dia, karena panitia selain mengundang karyawan Pemkotl, juga mengundang pendonor dari instansi lain. Seperti TNI/Polri, BUMN, BUMD, Perbankan, Sekolah dan instansi lainnya.

“Donor dara dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB siang. Dalam pelaksanaannya cukup  ramai orang yang mau donor hingga mengantri. Bahkan Wali Kota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno pun ikut berpartisipasi untuk mendonorkan darahnya,” ungkapnya.

Adapun panitia telah berhasil mengumpulkan sebanyak 110 kantong darah. Dengan banyaknya darah yang terkumpul membuktikan animo pendonor untuk menolong sesama cukup tinggi. Tio(R) 

Sekitar 104 Calon Brigadir Polri Ikuti Rikmin


Tegal,(srtegal.com) - Sebanyak 104 orang peserta calon Brigadir Polri baik Polki/Polwan Tahun Anggaran 2014 mengikuti Pemeriksaan Adminstrasi (Rikmin) awal, Rabu (16/4) kemarin, bertempat diruang Devia Cita Mapolres Tegal Kota.

Kapolres Tegal Kota AKBP Darmawan Sunarko SIK melalui Kepala Bagian Sumber Daya (Kabagsumda) Polres Tegal Kota Kompol Umar Sanusi mengatakan, sejumlah 104 orang calon peserta terdiri dari 68 orang peserta laki-laki dan 36 orang perempuan. Mereka mengikuti Rikmin awal sebagai rangkaian pemeriksaan awal dalam seleksi penerimaan Brigadir Polri.

“Kami melibatkan beberapa elemen dan unsur masyarakat, di antaranya Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kependudukan (Disdukcapil) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) AMUK, serta unsur pengawasan Internal Polri, yakni fungsi Propam dan Si Was Polres Tegal Kota,” paparnya, saat ditemui disela-sela acara, Rabu (16/4) kemarin.

Pelaksanaan Rikmin awal tersebut, menurut dia, merupakan hasil seleksi pendaftaran yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret hingga 15 April 2014 lalu. Sedang untuk pendaftaran selanjutnya, sambung dia, tanggal 16 hingga 19 April mendatang yang akan dilaksanakan Rikmin pada tanggal 20 April 2014.

“Materi dalam proses pemeriksaan adminstrasi meliputi Ijazah, Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU), Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga serta Akta Kelahiran para calon peserta seleksi,” katanya.

Selain itu, sambung dia, proses pelaksanaan pendaftaran dan penerimaan hingga hasil seleksi mendapat pengawasan dan monitoring baik internal dengan melibatkan fungsi Propam dan Siwas serta exsternal dari LSM.

Adapun kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bagian Sumber Daya (Kabagsumda) Polres Tegal Kota Kompol Umar Sanusi yang dihadiri Kasat Binmas AKP Suyitno bersama Paur Min Pers Ipda Samsudin. Tio(R) 


Bunda Sitha - Kang Nur, Siap Lanjutkan Program Untuk Tegal Lebih Maju Lagi Dalam Segala Bidang

Written By suara rakyat on Senin, 24 Maret 2014 | 01.35

Tegal, (srtegal.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah resmi melantik Siti Masitha Soeparno dan Drs HM Nursholeh MMPd sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal terpilih di Pendapa Balai Kota Tegal. Minggu(23/3) kemarin.
 Adapun acara dihadiri rombongan Gubernur Jateng, rombongan wali kota terpilih, rombongan wakil wali kota, Forkopinda lokal, Forkopinda Provinsi, dan tamu undangan dari kepala daerah tetangga. Serta tokoh-tokoh masyarakat Tegal, termasuk teman-teman LSM
 Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan, proses pelantikan ini merupakan cara untuk bagaimana kerjanya nanti untuk mengerjakan PR-PR besar yang akan dihadapi. Bahwa tahun 2014 ini merupakan tahun infrastruktur. Maka dari itu wali kota dan juga DPRD Kota Tegal beserta masyarakat, diminta untuk mengawal. Karena infrastruktur di Jawa Tengah kondisinya kurang baik.
“Saya ingin tahun ini pencanangan infrastruktur yang akan dilakukan secara serentak,  seluruh warga masyarakat khususnya Kota Tegal untuk ikut mengawasi pembangunan infrastruktur tersebut. Karena saya khawatir Provinsi Jateng ini bakal tertinggal dengan daerah lain,” ujarnya.
Selanjutnya gubernur berharap, Kota Tegal masih menjadi Jepangnya Indonesia. Sejarah panjang tersebut supaya bisa tetap diteruskan, karena Kota Tegal ini sudah dikenal banyak daerah bahkan secara nasional merupakan kota industri.
“Saya minta supaya wali kota lama dan yang baru bisa saling koordinasi. Baik program yang sudah ada dan berjalan maupun yang belum dikerjakan. Sehingga Kota Tegal ini bisa berkembang dan maju lagi,” harapnya.
Tidak lupa gubernur juga berterimakasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota lama yang dianggap selama satu periode memimpin Kota Tegal dengan baik dan bisa membawa kemajuan di Kota Tegal.
“Mereka berdua bukan malaikat, namun sama dengan kita yang masih banyak kesalahan dan kekurangan. Dan mari kesalahannya kita koreksi dan yang baik kita teruskan,” katanya.
Gubernur berharap, kepada Walkot dan Wa Walkot Tegal yang baru, supaya selalu berkoordinasi dengan walkot sebelumnya. Sehingga seperti program atau kegiatan walkot lama yang belum terlaksana dapat diteruskan. Dan program yang sudah berjalan dengan baik agar dapat diteruskan.
Sementara Wali Kota Tegal baru Siti Masitha Soeparno menegaskan, siap melanjutkan program pemimpin sebelumnya yang memang sudah terbangun dengan baik, dan memang pro rakyat. Contoh seperti kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Sekaligus pemerintah yang baru ini akan menawarkan dengan ciri khas program yang akan dijalankan dalam pemerintahan yang baru ini. Tio(R)

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih, Diwarnai Demo

Tegal, (srtegal.com) – Ratusan massa gabungan pengunjukrasa telah berkumpul dan bergerak dari gerbang Pantai Alam Indah (PAI) Tegal menuju Balai Kota Tegal untuk menyampaikan aspirasinya supaya didengar dan dijalankan.
Gabungan massa yang terdiri dari KAMMI, HMI Cabang Kota Tegal, GMNI Tegal, BEM Politeknik Harber, BEM STIMIK AKI, LSM Kepret, LSM Amuk, LSM  Humanis, LSM Limas dan Satma PP, ingin menyampaikan 4 point aspirasi. Pertama, soal perilaku tim sukses pasangan Sitha-Nursholeh, yang dinilai melecehkan martabat masyarakat Kota Tegal.
Ketua LSM NGO Humanis Kota Tegal, Agus Slamet menyampaikan aspirasinya bahwa “Tim sukses Sitha-Nursholeh telah mengintervensi birokrasi Pemkot Tegal dalam penentuan undangan tamu pelantikan. Karena tim sukses sebelum dilakukannya pelantikan meminta undangan sebanyak 2000 orang. Ini merupakan tindakan yang sangat tidak logis dan tidak beretika,” ujarnya, Minggu (23/3) kemarin.
 Selain itu, tim sukses Sitha-Nursoleh, yang mengumpulkan pejabat birokrasi Kota Tegal di Rumah Makan Nusa Bahari saat belum dilakukan pelantikan. “Kita mencurigai adanya upaya Amir Mirza untuk menggiring opini. Apalagi dia juga caleg DPR RI,” katanya.
Dia juga menyoal, posko pemenangan Sitha-Nursoleh yang digunakan untuk berjudi, kita menuntut untuk tindakan perjudian mendapat sanksi dari pihak yang berwajib, juga tindakan tegas dari KPU dan Panwaslu. Tambahnya.
Dan yang ke empat, “kita akan menuntut Partai Golkar mencabut dukungan kepada Siti Masitha. Karena sudah berupaya untuk menjalankan pemerintahan yang tidak bersih, dan sangat sarat KKN.
Para pengunjuk rasa mengancam akan berdemo kembali bahkan dengan masa yang lebih besar lagi, jika empat point aspirasi/permintaan yang telah disampaikan saat dilakukan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal yang baru tidak dipenuhi, Minggu (23/3) kemarin.
Sementara Wali Kota Tegal baru, Siti Masitha ketika dikonfirmasi untuk menanggapi pengunjuk rasa, usai dilantik, menurutnya, berunjuk rasa itu sah-sah saja. Yang penting tidak sampai anarkis. Dan adanya unjuk rasa seperti itu, mungkin bentuk penyampaian aspirasi dan bentuknya bukan destruktif dan tidak adanya indikasi untuk mendiskreditkan.
“Bagaimanapun saya baru saja dilantik dan baru akan bekerja, pasti ada saja bentuk forum untuk bermusyawarah dan berdialog dan berkomunikasi. Dan jika memang ada kesempatan untuk bertemu dan berdialog saya akan menemuinya dalam bentuk komunikasi,” ujarnya.  
Dia mengatakan, belum tahu persis bentuk tuntutan mereka yang melakukan unjuk rasa, itu karena belum adanya laporan yang masuk ke pihaknya. “Saya belum dapat masukan, tapi nanti kita akan cari titik temu dari pada penyampaian aspirasi tersebut,” ungkapnya. Tio(R)

 
Copyright © 2012. suara rakyat - All Rights Reserved
Created by julius Published by Suara Rakyat